RONIN

Muhammad Habibie, S.Pd., M.Pd. Jumat, 2017-07-28 434 View

oleh: Uda Habib Alhabsy*

*Pengajar BIP & Fisika BKB Nurul Fikri Yogyakarta


Assalamu’alaikum adik-adik pelajar Indonesia, terutama kalian yang baru saja menyelesaikan pendidikan di SMA/sederajat. Bagaimana kabar kalian? Sudahkah kalian terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi sekarang dan bersiap menyandang status mahasiswa? Jika sudah, alhamdulillah, tidak lupa kamu harus bersyukur atas kesempatan yang diberikan Allah tsb. Dari lebih 750.000 peserta SBMPTN 2017 kemarin hanya sekitar 8% lho yang lulus, jadi kalian adalah sang terpilih! Bagi yang belum diberi kesempatan, jangan berkecil hati, kesempatan kalian masih terbuka lebar. Pertarungan SBMPTN memang berat. Pssst tau ga sih, tidak hanya kalian yang merasakan pertarungan dahsyat ini. Di jepang sana, teman-teman kalian juga berjuang seperti kalian di Indonesia.

Layaknya di Indonesia, seleksi masuk perguruan tinggi di Jepang sangatlah ketat. Mengingat hal ini, banyak teman-temanmu disana, para pelajar jepang menghadiri "Juku ( 学習塾)" atau di Indonesia kita kenal dengan Bimbingan Belajar (Bimbel) untuk studi tambahan. Selain mengerjakan tugas sekolah mereka yang biasa, para pelajar di Jepang mengikuti kelas yang dimulai pada sore hari setelah sekolah bahkan hingga larut malam. Juku memberikan pelajaran tambahan untuk memberi para pelajar keunggulan dalam ujian seleksi perguruan tinggi yang akan mereka hadapi.

Adalah hal umum bagi siswa di Jepang yang gagal mendapatkan tempat di universitas pilihan mereka untuk menghabiskan satu tahun belajar dan mencoba lagi. Mereka ini disebut rōnin, istilah ini pasti tidak asing lagi bagi kalian terutama penggemar budaya Jepang. Rōnin adalah gelar diberikan kepada samurai tanpa tuan. Tahun pertama rōnin disebut ichirō. Namun jika masih gagal, maka para rōnin ini mendapatkan julukan baru, yaitu nirō.. Bahkan ada beberapa siswa yang sampai memasuki tahun ketiga dan keempat dalam perjuangan mereka menembus perguruan tinggi yang mereka idamkan, terutama mereka mengikuti ujian sulit seperti ujian masuk fakultas kedokteran di universitas terkenal. Bedanya kalau di indonesia, Siswa hanya mendapatkan kesempatan menikuti ujian SBMPTN hingga 3 kali atau dua tahun setelah kelulusan di SMA.

Meski sekarang semakin banyak perguruan tinggi di indonesia sehingga kesempatan lulus semakin besar, persaingan masih sangat sengit bagi kamu yang berharap bisa kuliah di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Jadi tunggu apa lagi? Jangan menyerah, kekalahan bukan bagi mereka yang gagal namun bagi mereka yang berhenti berusaha! Gabung di program Rōnin BKB Nurul Fikri sekarang juga! Perjuangkan mimpimu, kita persiapkan diri menghadapi pertempuran SBMPTN 2018 tahun depan. Kita maju bersama Allah menuju masa depan cemerlang!

Related Post