Rencanakan Kemenanganmu! (Part 1)

Muhammad Habibie, S.Pd., M.Pd. Sabtu, 2017-11-03 122 View

Ini adalah hal yang sering terjadi dalam kehidupan kita, kalau ditanya, hampir semua dari kita ingin berhasil dalam hidup (kalau ada yang jawab ga, cepat check ke psikolog terdekat). Rincinya kita ingin nilai (IP) yang baik diperkuliahan, ingin pintar di program studi yang kita ambil di kampus (seringkali pintar dengan IP yang bagus adalah dua hal yang bebeda ^_^), ingin juara kelas bagi yang sekolah, ingin memiliki penghasilan yang tinggi, ingin menjadi seorang hamba yang taat, ingin membahagiakan ortu dengan wisuda cepat de el el. Hanya saja kalau kita survey atau kilas balik apa yang kita kerjakan, kenyaaannya sungguh bertentangan.  

Ada dari kita yang mengharapkan indeks prestasi yang baik namun hampir tidak pernah belajar, belajar baginya hanya saat masuk ke ruang kuliah/kelas itupun sering tidak serius, lebih sering disela dengan kegiatan2 lain saat dosen/guru menerangkan. Yang ngobrol, mainin hp, buka facebook, atau baca (komik/novel). Tugas hampir selalu plagiat dari tugas teman yang lain, itupun di salin sesaat sebelum dosen masuk. Walhasil, ujian ga dapat, klu pun dapat itupun hasil contekan, klu ga dpat contekan? Maka bakalan ribut, mengkambing hitamkan segala yang bisa, mulai dari byk materi yg ga diajarin, teman yang pelit kasih contekan, dosennya killer, waktu ujian singkat dan banyak alasan lainnya. Yang paling parah bilang gini, ”yaa, emang otak gw Cuma segini kemampuannya, mo gmn lg, ortu aj keduanya petani serabutan aj, jd wajar lah..,(wajar dari hongkong!! Ga ada hubungannya tau! Lu nya aja yang ga belajar.)


Ada yang mau wisuda tepat waktu tapi kuliahnya baginya nomor sekian, lebih penting mendaki gunung dari pada masuk kuliah, lebih penting mentatar anggota baru dari ngerjain tugas lebih penting mengangkatkan acara/ngurus sekre dari belajar, lalu mimpi wisuda tepat waktu dengan yudosium kumloude?

Ada yang kepengen kaya, tapi kerja malas, ga mau belajar, hobby nya begadang trus bangun siang, lalu bilang ga ada modal, zaman sekarang susah, pemerintah ga buka lapangan kerja, ga ada koneksi. Kacaunya gt dikasih modal u mulai usaha/berdagang kecil-kecilan, eh malah malu karena merasa dah S1.

Ada hati nuraninya pengen jadi muslim/ah yang taat, tapi qiamulail ngantuk, sholat rhawatib malas, puasa sunat ga kepikiran, sholat berjamaah ogah, ngaji ga mau  (ato lebih parah ga bisa), bagi yang perempuan pake jilbab malu (na’udzubillah), atau bahkan sholat wajib masih sering ga dikerjain n puasa ramadhan juga ga (benaran, ada lho.,) lalu berfikir ntar lah klu dah nikah, moga dapat pasangan yang soleh/ah nah baru ntar gw berubah. he.,hee memang lo yakin masih hidup sampai lo nikah? Lagian gimana dapat suami/istri yang soleh/ah klo kita nya ga tau agama? Ingat laki-laki yang sholeh untuk perempuan yang sholeh n begitu juga sebaliknya. Coba kita lihat, pasangan hidup kita ga akan jauh dari lingkungan pergaulan kita. Jadi klo lo biasa bergaul sama orang yang ga sholat, ga pake jilbab maka pasangan lo juga ga bakalan jauh sifatnya dari mereka. Klu dah gini, masih ngarep cepet masuk surga?

Jadi apa sih maksudnya penjabaran diatas tadi?? Yang ingin saya sampaikan adalah sering “usaha kita tidak sebesar mimpi kita”

To be continued... :-)

Related Post